RSS

Arsip Kategori: Kisah

Keutamaan Menjawab Adzan

Nabi Muhammad shollallahu ’alaih wa sallam bersabda sebagai berikut:

“Apabila kalian mendengar muadzin, maka ucapkanlah seperti yang dia ucapkan, kemudian bershalawatlah kepadaku, karena barangsiapa bershalawat kepadaku satu kali niscaya Allah bershalawat kepadanya sepuluh kali. Kemudian memohonlah al-wasilah (kedudukan tinggi) kepada Allah untukku karena itu adalah kedudukan di surga yang tidak layak kecuali untuk seorang hamba dari hamba-hamba Allah, dan aku berharap aku adalah hamba tersebut, barangsiapa memohon al-wasilah untukku niscaya dia (berhak) mendapatkan syafaat.” (HR Muslim)
Demikianlah, betapa besarnya keuntungan yang dijanjikan bagi siapapun yang berkenan menyimak dan menjawab dengan sungguh sungguh panggilan adzan saat berkumandang.

Jika muazin mengucapkan

Allahu Akbar Allahu Akbar” (Allah Maha Besar)

Maka Dijawab

Allahu Akbar Allahu Akbar” (Allah Maha Besar)

Jika muazin mengucapkan

Asyhadu allaa ilaaha illallah” (aku bersaksi tiada tuhan melainkan Allah)

Maka Dijawab

Asyhadu allaa ilaaha illallah” (aku bersaksi tiada tuhan melainkan Allah)

Jika muazin mengucapkan

Asyhadu annaa Muhammadarrasuulullah”  (Aku bersaksi bahwa Muhammad adalah utusan Allah)

Maka Dijawab

Asyhadu annaa Muhammadarrasuulullah”  (Aku bersaksi bahwa Muhammad adalah utusan Allah)

Jika muazin mengucapkan

Hayyaa ‘alashshalaah”  (Mari menunaikan shalat),

Maka Dijawab

Laa haula walaa  quwwataa illaa billaah” (Tiada daya dan kekuatan melainkan dari Allah).

Jika muazin mengucapkan

Hayaa ‘alal falaah” (Mari meraih kemenangan),

Maka Dijawab

“Laa haula walaa  quwwataa illaa billaah” (Mari meraih kemenangan),

Jika muazin mengucapkan

“Allahu Akbar, Allahu akbar” (maka dia mengikuti dengan)

Maka Dijawab

“Allahu Akbar, Allahu akbar” (maka dia mengikuti dengan)

Jika muazin mengucapkan

“Laa ilaaha illallah”   (Tiada tuhan melainkan Allah).

Maka Dijawab

“Laa ilaaha illallah”   (Tiada tuhan melainkan Allah).

Tambahan Untuk Jawaban Adzan Subuh:

Read the rest of this entry »

Iklan
 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada 21 November 2012 in Kisah

 

Tata cara DUDUK IFTIRASY dan TAWARRUK

 

 

 

 

 

 

 

Cara duduk dalam sholat pada saat tasyahhud awal dan tasyahhud akhir :

Ketika tasyahud awal, duduknya adalah iftirosy.

Ketika tasyahud akhir baik yang dengan sekali atau dua kali tasyahud adalah dengan duduk tawarruk.

pendapat Imam Asy Syafi’i

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada 9 September 2012 in Kisah

 

Tentang Puasa Arafah

Di antara puasa yang paling utama adalah puasa Arafah yang dilaksanakan pada tanggal 9 Dzulhijjah dimana pada saat itu kaum muslimin yang melakukan ibadah haji berkumpul wukuf di padang Arafah. Sebagian orang mendapatkan masalah ketika mendapati tanggal/kalender di negaranya berbeda dengan di Arab Saudi. Maksudnya, pada hari ketika jamaah haji sedang berkumpul di Arafah, yang hari itu adalah tanggal 9 Dzulhijjah di negara Arab Saudi, tetapi kalender di negaranya pada hari itu adalah tanggal 10 Dzulhijjah, umpamanya. Maka, apakah dia berpuasa pada tanggal 9 Dzulhijjah menurut kalender di negaranya sendiri, padahal di Arab Saudi masih tanggal 8 Dzulhijjah, dan para jamaah haji belum menuju Arafah. Atau Read the rest of this entry »

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada 2 Oktober 2011 in Kisah

 

Hukum Perayaan Hari Ulang Tahun Bagi Ummat Muslim

Bismillah…..

Tidak pernah ada (dalam syar’iat tentang) perayaan dalam Islam kecuali hari Jum’at yang merupakan Ied (hari Raya) setiap pekan, dan hari pertama bulan Syawaal yang disebut hari Ied al-Fitr dan hari kesepuluh Dzulhijjah atau disebut Ied Al-Adhaa – atau sering disebut hari ‘ Ied Arafah – untuk orang yang berhaji di ‘Arafah dan hari Tasyriq (tanggal ke 11, 12, 13 bulan Dzul-Hijjah) yang merupakan hari ‘Ied yang menyertai hari Iedhul ‘Adhaa. Read the rest of this entry »

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada 23 September 2011 in Kisah

 

Sujud Sahwi

Hukum Sujud Sahwi : (Klik atau Kunjungi Link di bawah ini )

http://rumaysho.com/hukum-islam/shalat/3072-panduan-sujud-sahwi-1-hukum-dan-sebab-adanya-sujud-sahwi.html

Tata Cara Sujud Sahwi : (Klik atau Kunjungi Link di bawah ini )

http://rumaysho.com/hukum-islam/shalat/3073-panduan-sujud-sahwi-2-tata-cara-sujud-sahwi.html

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada 4 September 2011 in Kisah

 

Yang Lebih Utama di laksanakan Puasa Syawal atau Mengganti Puasa Ramadhan

Nabi saw bersabda, “Barangsiapa yang berpuasa di bulan Ramadhan kemudian diikuti dengan puasa enam hari di bulan Syawal maka seakan-akan ia berpuasa setahun”

Dari hadits di atas, sebagian ulama berpendapat bahwa membayar hutang puasa Ramadhan harus didahulukan daripada berpuasa sunnah, termasuk puasa enam hari di bulan Syawwal.

Namun jumhur ulama menyatakan Read the rest of this entry »

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada 4 September 2011 in Kisah

 

Yang Tidak Diperbolehkan Selama Masa Haid

Memotong rambut dan kuku saat haidh bukan hal yang terlarang saat seorang wanita mendapat haidh. Sebab landasan syar’i atas larangan hal itu tidak berlandaskan dalil Quran maupun sunnah, kecuali hanya sekedar nalar manusiawi. Seharusnya ada dalil yang tegas dari kitabullah atau sunnaturasulillah yang dibawakan oleh mereka yang mengatakan hal itu.

Adapun perbuatan yang haram dilakukan oleh wanita yang sedang haid, sebagaimana yang telah ditetapkan dalam Al-Quran dan As-sunnah antara lain adalah:

1. Shalat

Seorang wanita yang sedang mendapatkan haid diharamkan untuk melakukan salat. Begitu juga mengqada` salat. Sebab seorang wanita yang sedang mendapat haid telah gugur kewajibannya untuk melakukan salat. Dalilnya adalah hadis berikut ini: Read the rest of this entry »

 
4 Komentar

Ditulis oleh pada 5 Agustus 2011 in Kisah