RSS

Hukum Mushaf (Al Quran) Ketika Rusak dan Tidak Dapat Digunakan Lagi

06 Agu

Jika sebagian Mushaf ada yg sdh rusak atau robek, jika masih bisa di perbaiki itu yg lebuh utama, dan insya Allah mendapatkan kebaikan dn pahala di sisi Allah SWT. amin.

tetapi jika memang sdh tdk memungkinkan lagi utk di gunakan, kondisinya sdh betul2 rusak, sebaiknya dimusnahkan saja agar lembaran” Mushaf  itu tdk tercampakkan dan terhinakan.

Ada dua pendapat utk memusnahkan Mushaf yg sdh rusak yaitu :

1. Dengan cara dibakar :

“Kemudian Utsman mengirim (utusan) ke Hafshoh agar beliau mengirim kepada kami mshaf untuk ditulis ulang lagi di mushaf kemudian dikembalikan kepadanya. Kemudian Hafsah mengirimnya ke Utsman. Dan (Utsman) memerintahkan Zaid bin Tsabit, Abdullah bin Zubair, Said bin Ash, dan Abdurrahman bin Harits bin Hisyam untuk menulis kembali di mushaf. Kemudian mengirim mushaf yang telah ditulis kembali ke seluruh daerah. Dan beliau memerintahkan agar membakar semua mushaf Al-Qur’an dan lembaran (AL-Qur’an) selain dari yang ditulis ulang.

Ibnu Battol mengatakan, “Dalam perintah Utsman untuk membakar lembaran dan mushaf ketika Al-Qur’an telah dikumpulkan, menunjukkan diperbolehkannya membakar kitab yang di dalamnya ada Nama-nama Allah Ta’ala. Bahwa hal itu sebagai penghormatan, menjaga agar tidak terinjak kaki dan melindungi dari hilangnya di tanah.’ Selesai dari kitab ‘Syarkh Shoheh Bukhori, 10/226.

Suyuthi mengatakan, “Kalau diperlukan untuk merusak sebagian kertas mushaf karena telah rusak atau semisalnya. Maka tidak diperbolehkan menaruh di bagian (dalam) atau lainnya. Karena bisa jadi jatuh dan terinjak. Tidak diperbolehkan juga menyobeknya, karena hal itu dapat menyobek huruf dan memisahkan kalimat. Hal itu menyalahi dari yang telah ditulisnya. Kalau dibakar dengan api, tidak mengapa. Utsman telah membakar mushaf-mushaf dan didalamnya ada ayat, bacaan yang telah dihapuskan. Dan tidak ada yang mengingkarinya.’ Selesai ‘AL-Itqon Fi Ulumil Qur’an, 2/1187.

 Syekh Ibnu Utsaimin rahimahullah mengatakan, “Akan tetapi seyogyanya setelah di bakar agar ditumbuk agar tidak berbekas sobekan kertasnya. Karena setelah dibakar masih terlihat gambar huruf sebagaimana yang telah banyak dilihat. Kalau ditubuk, maka telah menjadi abu dan telah hilang kekhawatiran ini.” Selesai dari ‘Fatawa Nurun ‘Ala Ad-Darbi, 16/148.

ketika menyatukan mushaf Alquran, kahlifah Utsman menyuruh membakar smua mushaf yg lain utk mnjaga persatuan umat dlm bacaan alquran

 

2. Dengan cara ditimbun dlm tanah yg bersih :

Dan ini madzhab Hanafiyah dan Hambali.

Syeikhul Islam Ibnu Taimiyah mengatakan, “Kalau ada mushaf tua yang sudah robek dimana tidak dapat dimanfaatkan lagi untuk dibaca, maka dikubur di tempat aman. Sebagaimana kemulyaan tubuh orang mukmin, dikubur di tempat aman.’ Selesai ‘Majmu’ Al-Fatawa, 12/599.

Al-Haskafi dari ulama’ fiqih Hanafiyah mengatakan, “Mushaf kalau sudah dalam kondisi yang tidak dapat dibaca lagi, maka dikubur seperti orang Islam.” Selesai dari kitab ‘Ad-Dur Mukhtar, 1/191. Pemilik kitab Hasyiyah memberikan komentar akan hal itu dengan mengatakan, “Yakni ditaruh di tempat suci dan di kubur di tempat yang tidak dilecehkan. Yang tidak diinjak.’ Selesai

Bahuti dari ulama’ Hambali mengatakan, “Kalau mushafnya rusak atau lapuh, maka dikubur sesuai dengan nash. Ahmad menyebutkan bahwa Abu Al-Jauza’ mempunyai mushaf yang rusak kemudian beliau menggali di dalam masjid dan menguburkannya.’ Selesai ‘Kasyaful Qana’, 1/137.

Dalam Fatawa Al-lajnah Ad-Daimah, 4/139 dikatakan, “Apa yang sobek dari Mushaf, kitab dan kertas-kertas yang ada di dalamnya ayat-ayat Al-Qur’an, dikubur di tempat bersih. Jauh dari lewatan orang dan dari tempat pembuangan kotoran. Atau dibakar, untuk menjaga dan melindungi dari pelecehan. Sebagaimana prilaku Utsman radhiallahu’anhu.

               Masing-masing pendapat –pendapat yang mengubur dan membakar punya sisi (pandangan) oleh karena itu, kalau seseorang melakukan dua hal itu, tidak mengapa insyaallah. Meskipun pendapat yang membakar lebih utama, karena telah ada ketetapan dari para sahabat radhiallahu’anhum.

Tapi mohon kalo dibakar  jgn terlihat org awam yg tdk mengerti karna hanya akan menimbulkan fitnah.

Wallahualam.

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada 6 Agustus 2014 in Uncategorized

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: