RSS

Keutamaan dan Waktu Sholat Sunnah Fajar

21 Nov

Salat sunah fajar /salat sunah rawatib qabliyah subuh. Rawatib adalah bentuk jama dari ratibah. Artinya, tetap, terus-menerus. Qabliyah, artinya sebelum. Salat sunah rawatib qabliyah subuh, merupakan istilah para ulama. Artinya, salat sunah yang tetap yang dilakukan sebelum subuh. Karena salat ini dilakukan pada waktu fajar, yaitu setelah azan subuh dan sebelum iqamat subuh, maka dinamakan salat sunah fajar.

Keutamaan Salat Sunah Fajar
Setiap perintah ibadah memiliki nikmat dan pahala yang begitu besar, yang telah dijanjikan oleh Allah SWT. Setiap perintah ibadah merupakan ladang nikmat dan pahala bagi umat manusia. Jangankan pada ibadah yang wajib, ibadah yang sunnah pun banyak sekali yang di dalamnya telah Allah SWT tempatkan nikmat dan pahala yang sangat besar, yang dapat dipetik hanya oleh orang-orang yang taat dan ikhlas menjalankan ibadah tersebut.

Salat sunah fajar adalah salah satu contoh ibadah sunnah yang memiliki ganjaran yang sangat besar bagi yang melakukan dan mengistiqomahkannya. Memang, salat fajar ini merupakan salah satu salat sunah yang jarang sekali diamalkan oleh umat Muslim, meskipun hanya dilakukan dalam dua rakaat yang ringan.

Aisyah RA meriwayatkan dari Nabi SAW, Beliau bersabda : “Dua rakaat (sebelum) fajar (salat subuh) lebih baik (nilainya) dari dunia dan seisinya.” (HR Muslim dan Tirmidzi).

Merujuk pada sabda Rasulullah SAW di atas, dapatkah kita bayangkan sebesar apa atau seperti apakah sebenarnya nilai dari salat sunah dua rakaat sebelum fajar tersebut? Subhanallah, sungguh Allah Maha Kaya lagi Maha Pemurah.

Begitu besarnya keutamaan dan balasan pahala yang dijanjikan Allah SWT bagi orang-orang yang selalu mengistiqomahkan salat sunah dua rakaat sebelum fajar, hingga Rasulullah SAW pun sangat menjaga salat sunah tersebut daripada salat sunah yang lainnya. Dan logikanya, kalau Rasulullah SAW saja yang sudah dijamin dengan surga masih sangat menjaga salat sunah tersebut, lalu apa yang menyebabkan umat muslim pengikut Rasulullah SAW yang pastinya tidak pernah lepas dari salah dan dosa tidak mau berjuang untuk mengistiqomahkannya juga? Harusnya, umat muslim dapat menjaga sholat tersebut dengan usaha yang jauh lebih keras.

Ummul Mukminin, Aisyah RA berkata, “Rasulullah SAW sangat menjaga shalat sunnah dua rakaat sebelum subuh bila dibandingkan dengan shalat sunnah lainnya.”
Imam Muslim meriwayatkan bahwa Rasulullah saw membaca surat Al Kafirun pada rakaat pertama dan membaca surat Al Ikhlas pada rakaat kedua setelah membaca surat Al Fatihah.

Dan waktu pelaksanaan shalat sunnah rawatib “Setiap sunah qabliyah waktunya adalah ketika masuk waktu shalat sampai sebelum shalat wajib dilakukan, dan sunnah ba’diyah waktunya adalah setelah shalat wajib dilakukan sampai habisnya waktu shalat tersebut.”

Maka bagi siapa saja yang ketinggalan jama’ah shubuh atau seorang wanita yang shalat di rumah apabila bangunnya agak terlambat dari awal waktu shubuh, sebaiknya shalat sunnah qabliyah terlebih dahulu baru kemudian shalat shubuh, Bahkan ketika bangun dan matahari telah terbit sebaiknya sunah qabliyah dulu baru shalat shubuh, hal ini mengacu pada hadits shahih yang diriwayatkan Imam Nasa`i dalam Sunannya dengan sanadnya dari sahabat Abu maryam radiyallahu ‘anhu, ia berkata :

“Kami dahulu pernah bersama Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam dalam satu perjalanan, kami berjalan di malam hari. Ketika menjelang waktu subuh, Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam berhenti dan tidur, dan orang-orang pun ikut tidur.Beliau bangun setelah matahari terbit. Lalu Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam memerintahkan muadzin (untuk beradzan) dan ia (muadzin) mengumandangkan adzan, kemudian beliau shalallahu ‘alaihi wasallam shalat dua rakaat sebelum shalat subuh, setelah itu memberi perintah pada muadzin, lalu sang muadzin iqamah, lantas beliau shalallahu ‘alaihi wasallam mengimami orang-orang (shalat subuh).”

 

Adapun bila seseorang terlambat berjama’ah shubuh lalu ia mendapati satu raka’at bersama imam dan ia belum melaksanakan shalat sunnah qabliyah shubuh, maka boleh baginya untuk mengqadha’ setelah shalat shubuh atau setelah matahari terbit (waktu dhuha). Ini berdasarkan hadits shahih dalam Sunan Tirmidzi, yaitu kisah sahabat Qais radiyallahu ‘anhu yang mengqadha’ shalat qabliyah subuh setelah selesai mengerjakan shalat subuh berjamaah bersama Rosul shalallahu ‘alaihi wasallam , dan Rosul shalallahu ‘alaihi wasallam tidak mengingkarinya. Adapun dalil kedua juga terdapat dalam sunan Tirmidzi dari sahabat Abu Hurairah radiyallahu ‘anhu secara marfu’ bahwa Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam bersabda : “Barang siapa yang belum mengerjakan dua rakaat fajar maka kerjakanlah setelah matahari terbit”.Wallahuallam..

 

 

 
6 Komentar

Ditulis oleh pada 21 November 2012 in Uncategorized

 

6 responses to “Keutamaan dan Waktu Sholat Sunnah Fajar

  1. ddbyan

    1 Mei 2013 at 4:50 am

    jazakallah..

     
    • AL eMI

      5 Juli 2013 at 10:24 pm

      syukron,, ^_^

       
  2. fatra

    1 Januari 2014 at 1:59 pm

    assalamu`alaikum
    kak sholat fajar ini klo sy kerjakan nya di rmh gmna ? sedangkan pd keterangan kk td diatas sholat ini dikerjakan setelah azan dan sebelum iqamat . jd yg sy tny kan klo sy sholat di rmh dan tidak mendengar iqamat di mesjid gmana sy bisa laksanakannya kak,apa boleh sy kerjakan begitu saja tanpa menghiraukan sudah atau belum kah iqamat di mesjid????

     
    • AL eMI

      12 Februari 2014 at 10:34 am

      Waalaikum salam…
      iy, disesuaikan saja waktunya.. Waktu sholat subuh kan antara jam 04.35 sampai 04.41 kalo sdh jam itu.. kerjakan saja sholatnya
      kecuali jika kita mendengarkan adzan,, wajib untuk menjawab adzan terlebih dahulu.. wallahualam.

       
  3. yogi

    9 Agustus 2014 at 8:16 pm

    Maaf mbak..berarti shalat fajar sama dengan shalat sunnah qabliyah subuh? Mohon penjelasan.

     
    • AL eMI

      18 September 2014 at 11:32 am

      Bismillah,,,
      yang dimaksudkan dengan shalat Fajar adalah shalat Subuh. Dan, shalat Subuh mempunyai shalat sunah rawatib yang dilakukan sebelumnya, yaitu sebanyak dua rakaat dan shalat ini selalu dilakukan oleh Nabi saw.
      Shalat sunah rawatib sebelum Subuh inilah yang disebut shalat sunah Fajar dan dinamakan juga shalat sunah Subuh atau sunah dua rakaat Fajar

      Dari Aisyah ra, ia berkata, “Nabi saw tidak melakukan satu pun shalat sunah secara berkesinambungan melebihi dua rakaat (shalat rawatib) Subuh.” (HR Bukhari dan Muslim).

      Jadi, shalat sunah Fajar, shalat sunah Qabliyah Subuh, atau shalat sunah dua rakaat Fajar adalah nama untuk satu shalat sunah yang dilakukan sebelum shalat Subuh sebanyak dua rakaat.
      Wallahualam

       

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: