RSS

Tata Cara Sholat Jamaah bagi yang terlambat (Makmum Masbuk)

02 Agu

Assalamualaikum…..

Penjelas I
Pernah gak kamu datang ke musholla or masjid waktu sholat jamaahnya sudah mulai? nah….sayang kan kalo kita sholat
sendiri aja, padahal sholat jamaah itu pahalanya sama dengan 27 kali sholat sendiri…. Trus gimana kita bisa ikutan sholat
jamaah yang sudah berlangsung?
Ini disebut makmum masbuk atau makmum yang ketinggalan…..yang harus kita lakukan adalah :
– Jika sholat baru di rakaat pertama, dan imam belum rukuk, maka kita bisa langsung mengikuti imam setelah takbiratul
ihrom,sampai selesai tanpa menambah apapun.
-Jika imam sudah melewati rukuk pada rakaat pertama, maka kita juga bisa langsung mengikuti gerakan imam setelah
takbiratul ihrom, tapi harus menambah 1 rakaat lagi setelah imam salam.
-Jika imam sudah melewati rukuk pada rakaat kedua, maka kita juga bisa langsung mengikuti gerakan imam setelah
takbiratul ihrom, tapi harus menambah 2 rakaat lagi setelah imam salam. 2 rakaat terakhir ya…..
-Jika imam sudah melewati rukuk pada rakaat ke tiga, maka kita juga bisa langsung mengikuti gerakan imam setelah
takbiratul ihrom, tapi harus menambah 3 rakaat lagi setelah imam salam, hitung rakaat terakhir saja.
Contoh : kalo imam sholat ashar sudah selesai rukuk rakaat ke tiga, kita baru ikut jamaah, maka kita takbiratul ihrom, lalu
langsung mengikuti gerakan imam, setelah sholat jamaah selesai (imam mengucap salam) kita berdiri untuk melanjutkan
sholat dengan menambah 3 rakaat lagi, yaitu rakaat ke 2, lalu ke 3 dan rakaat terakhir. Walaupun jamaah tadi sudah selesai,
kita masih mendapatkan kebaikan sholat jamaah sama seperti mereka.

Penjelasan Tambahan;)

Apabila seorang makmum terlambat (masbuk) maka kewajibannya adalah menyempurnakan sholatnya dengan menambah raka’at yang kurang. Karena Nabi shollallahu alaihi wa sallam bersabda, “Dan apa yang kalian luput maka sempurnakanlah.” (Hadits Abu Hurairah riwayat Al-Bukhari dan Muslim)
Sabda beliau “sempurnakanlah” artinya lengkapi apa yang kurang dengan menambah kekurangannya, bukan dengan cara memulai dari awal raka’at.

Misal masbuk pada shalat isya (4 rakaat) dan tertinggal 3 rakaat. Setelah imam salam, kita bangun dan tentunya melengkapi 3 rakaat lagi. Urutannya  adalah :

– Rakaat pertama : melakukan tasyahud awal
– Rakaat kedua : tidak ada tasyahud
– Rakaat ketiga : tasyahud akhir dan duduk tawarruk

Telah dimaklumi bahwa dalam sholat yang punya dua tasyahhud terdapat dua kaifiat (cara) duduk, yaitu dengan cara iftirasy pada tasyahhud awal (dengan menancapkan kaki kanan dan duduk di atas kaki kiri) dan dengan cara tawarruq pada tasyahhud terakhir (dengan menancapkan kaki kanan dan menyelipkan kaki kiri dibawah kaki kanan sambil langsung duduk meyentuh lantai). Demikian diterangkan dalam beberapa hadits.

Jadi tasyahhud yang bukan pada akhir sholat maka duduknya adalah dengan iftirasy sebab penyebutan tawarruq hanya diterangkan pada akhir tasyahhud saja.
Tapi para ulama berbeda pendapat, bagi masbuk yang mendapati imam sedang duduk tawarruq di akhir sholatnya, apakah dia ikut duduk tawarruq atau dia tetap duduk iftirasy?
Para ulama berbeda pendapat dalam hal ini,
Diantara masyaikh kami ada menguatkan duduknya adalah duduk tawarruq dengan mengambil zhohir dari hadits “Imam itu dijadikan untuk diikuti”, karena imam duduk tawarruq maka kita juga mesti duduk tawarruq mengikutinya.
Diantara mereka, ada yang menguatkan duduk iftirasy, dan mereka menganggap bahwa duduk imam pada tasyahhud akhri yang dianggap gerakan zhohir adalah duduknya saja, bukan kaifiat duduknya. Karena tidak hubungannya dengan kaifiat duduk, maka harusnya dia duduk iftirasy sebagaimana yang telah dituntunkan. Dan pendapat ini adalah pandangan yang sangat tajam karena mungkin sang imam berpendapat bahwa duduk pada tasyahhud terakhir adalah dengan cara iftirasy (sebagaimana pendapat sebagian ulama).
Dan diantara mereka ada yang mengambil jalan tengah bahwa duduknya adalah duduk tawarruq tapi tidak diwajibkan.

Dari uraian di atas, nampak bahwa makmum yang masbuk belum terhitung duduk tawarruq (belum tasyahhdu akhir) sedangkan doa dalam tasyahhud hanya diajarkan oleh Nabi shollallahu alaihi wa sallam dalam tasyahhud akhir.

penjelasan selengkapnya masuk ke link di bawah ini:

http://jalansunnah.wordpress.com/2010/05/03/tata-cara-mamum-masbuk/

 
76 Komentar

Ditulis oleh pada 2 Agustus 2011 in Kisah

 

76 responses to “Tata Cara Sholat Jamaah bagi yang terlambat (Makmum Masbuk)

  1. adib

    30 Mei 2012 at 1:03 am

    alhamdulillah kini aku tau,… terimakasih, semoga ilmunya menjadi amal jariyah dan mendapat ganjaran tentunya dari 4JJI SWT. Amin.

     
    • AL eMI

      3 Juni 2012 at 9:10 pm

      syukron sdh mampir ke blog ana… semoga bermanfaat untuk kita semua, sekedar memberi saran, jikaingin menulis nama Allah SWT, tulis dengan tulisan indonesia sj “Allah” atau lebih baik lagi jika bisa dengan tulisan arab.. takutnya jika ditulis seperti yg antum tuliskan, artinya akan jadi beda. wallahuallam.

       
  2. Usman Santoso

    10 Juni 2012 at 11:49 am

    Alhamdulillah bertambah pengetahuan…. Syukron Ukhti…

     
    • AL eMI

      13 Juni 2012 at 8:26 pm

      waiyaki Akhi….
      Hadaanallah..semoga Allah memberi kita petunjuk.. ^_^

       
  3. ahmad saifullah

    29 Juli 2012 at 1:42 pm

    mudahan kita selalu tergolong orang2 yang di ridhoi segala langkah dalam hidup ini oleh ALLAH SWT amin yarobbal alamin

     
    • AL eMI

      9 September 2012 at 7:35 pm

      amin… makasih dah mampir di blog ana… jazakallahu khairon semoga Allah membalazmu dgn kebaikan

       
  4. ali

    15 Agustus 2012 at 5:30 pm

    ukht kalo ketinggalan 2 rekaat gmn cara untuk melengkapinya kalo bisa cantumkan juga dalil2 nya

     
  5. AL eMI

    9 September 2012 at 8:18 pm

    Afwan baru balaz, baru sempat buka blognya… ^_^

    Apabila seorang makmum terlambat (masbuk) maka kewajibannya adalah menyempurnakan sholatnya dengan menambah raka’at yang kurang. Karena Nabi shollallahu alaihi wa sallam bersabda, “Dan apa yang kalian luput maka sempurnakanlah.” (Hadits Abu Hurairah riwayat Al-Bukhari dan Muslim)
    Sabda beliau “sempurnakanlah” artinya lengkapi apa yang kurang dengan menambah kekurangannya, bukan dengan cara memulai dari awal raka’at.

    kalo masbuk pd sholat maghrib berarti setelah imam salam langsung berdiri untuk melengkapi dua rakaat yg tertinggal, pertama tasyahhud awal, kedua tasyahhud akhir. berarti makmum masbuk yg tertinggal dua rakaat pd sholat maghrib akan melakukan 3x tasyahhud…

    jika masbuk pada pd sholat isyah rakaat pertama tidak tasyahhud dan kedua tasyahhud akhir…
    wallahuallam

     
    • sabar sudiyanto

      10 September 2013 at 8:52 am

      Assww. Mohon penjelasan yg agak detail untuk masbuk pada sholat Isya, baik masbuk pada rakaat 1 s/d. 3 ,tks.

       
      • AL eMI

        30 September 2013 at 2:40 pm

        masbuk pada sholat isya
        ketinggaln 1 rakaat : setelah imam salam kita langsung berdiri menambahkan 1 rakaat lagi kemudia salam (tasyahud akhir dan duduk tawarruk)
        ketinggalan 2 rakaat : setelah imam salam kita langsung berdiri menambahkan 2 rakaat lagi rakat kemudia salam (rakaat pertama tdk ada tasyahud dan rakaat kedua asyahud akhir dan duduk tawarruk)
        ketinggalan 3 rakaat : setelah imam salam kita langsung berdiri menambahkan 3 rakaat lagi kemudia salam (rakaat pertama tasyahud awal, kedua tdk ada tasyahud, ketiga tasyahud akhir dan duduk tawarruk)

        Afwan sebenarnya semua sdh dijelaskan pada catatan di atas..

         
  6. zulfikar

    25 September 2012 at 10:00 pm

    Afwan ustadz mo tnya nih, sebagaimana kita tau jika ada seorang yg ingin menjadi makmum masbuk kepada seseorang yg sedang sholat sendiri yaitu dg menepuk pundak orng tsb, lalu bgaimna jika ada seorang perempuan yg ingin menjadi makmum masbuk terhadap seorang laki2 yg sholat sendiri? Apakah wanita tersebut haris menepuk pundak laki2 tsb.

    Sukron

     
    • AL eMI

      8 November 2012 at 12:36 pm

      Untuk wanita yang ingin berjamaah dengan seseorang yang sedang sholat sendiri, ia boleh menepuk pundak jika dirasa tidak menimbulkan fitnah. Dan jika dirasa demikian, ia boleh memberi isyarat apapun yang dapat dipahami oleh orang tersebut. atau jika sulit, tak perlu ia memberi isyarat. mengetahuinya imam akan adanya seseorang yang bermakmum kepadanya tidak merupakan syarat sah-nya berjamaah. Wallahualam..

       
      • jj

        27 November 2013 at 2:29 pm

        terima kasih infonya. sebelumnya saya bingung ketika hendak menjadi makmum masbuk thd lelaki yang shalat sendiri apa yg harus saya lakukan, alhasil saya tepuk pundaknya. saya sempat takut kalau ternyata hal tsb tidak diperbolehkan.

         
      • AL eMI

        12 Februari 2014 at 9:43 am

        afwan,,, antum akhwat (perempuan) kah?
        kalo ana mau ikut, sebaiknya memberi tanda dgn tepuk tangan (menepuk punggung telapak tangan) bagi makmum akhwat (perempuan), dan menepuk pundak org yg sedang sholat bagi makmum ikhwan (laki2)
        tapi kita juga harus hati2 karena tdk semua org yg mengerti dgn tanda seperti itu, jika ragu sebaiknya menunggu saja yg bersamaan sholat, at sholat sendiri. wallahualam sy biasanya seperti itu.

         
  7. bambang

    10 November 2012 at 9:01 pm

    perlu saya ingatkan juga, marilah kita sholat dg khusyu. saya srng lht tmn2 sholat spt tr gesa2. ampun deh…. menghadap tuhannya kx ky gt. itu kn spt meremehkan Allah.

     
    • AL eMI

      12 November 2012 at 11:43 am

      syukron sudah diingatkan… kadang jika lagi banyak pekerjaan atau semacamnya, sholat jadi telat dan tergesah – gesah, bahkan ada yg sampai lupa mengerjakannya, padahal tdk ada yg lebih utama dikerjakan selain menunaikan kewajiban kpd Allah SWT. jangan hanya fokus pada kepentingan duniawi krna sifatnya hanyalah sementara.

       
  8. ari

    12 November 2012 at 7:23 pm

    trims infonya.
    saya ingin tahu, apabila kita menjadi masbuk. trus imam dan jamaah lainnya sedang duduk tasyahud awal, apakah kita sebaiknya takbiratul ihrom dan kemudian duduk tasyahud, atau kita menunggu sampai imam bangun untuk melanjutkan rakaat slanjtnya, tolong jwbnnya? . .

     
    • AL eMI

      19 November 2012 at 3:07 pm

      untuk mengawali sholat hal yg pertama harus dilakukan iala takbir kemudian mengikuti apa yg imam lakukan.
      Rasulullah bersabda : apabila kamu datang untuk shalat, maka hendaklah kamu tenang, apa yang kamu dapati, maka shalatlah dan apa yang terlewatkan (ketinggalan), maka sempurnakanlah. (H.R Bukhari.
      Namun dlm aturan perhitungan rakaat yg masuk dlm hitungan yaitu jika kita mendapatkan imam ruku maka sdh dihitung satu rakaat yg kita lakukan. tapi kalo ana biasanya masbuk mendapatkan imam sdh melewati ruku ana menunggu sampai dia berdirih kembali baru ana ikut,, yg ana lakukan ini tdk ada ketentuannya cuma biar kelihatan rapi saja sholatnya… ^_^ walahuallam

       
  9. agus

    3 Maret 2013 at 8:53 pm

    Ustad saya mau tanya, misal makmum masbuk menjumpai imam sedang duduk tasyahud akhir,itu harus bagaimana dan apakah pahala makmum tersebut termasuk pahala sholat jamaah,terimakasih wassalam

     
    • AL eMI

      5 Juli 2013 at 10:34 pm

      afwan balasnya lama, baru sempat buka blog lagi,
      jika kita menjadi makmum wajib mengikuti apa yg dilakukan imam, jika ia ruku maka rukulah, jika ia sujud maka sujudlah, dan jika ia sdh sampai tasyahud akhir maka ikutilah apa yg ia kerjakan, kemudian setelah ia salam, wajiblah meyempurnahkan rakaat yg tertinggal, yg perlu di ketahui jika kita mendapati imam setelah selesai ruku, maka sdh terhitung 1 rakaat yg tertinggal, jadi kalau mendapati imam sdh tasyahud akhir artix kita tertinggal sebanyak rakaat sholat yg dilaksanakannya. dan pahalax sama dgn sholat berjamaah, krna antum msh termasuk makmum dan ikut sholat berjamaah sebelum imam selesai sholat at salam.

       
      • AL eMI

        5 Juli 2013 at 10:43 pm

        afwan,, sy bukan ustazah seperti yg dikira, masih sangat jauh gelar itu buat saya, pengetahuan sy masih sangat2 kurang ttg agama, mohon petunjuk juga, kalo ada yg salah. syukron…

         
  10. Asay judi madrisdista

    7 Maret 2013 at 2:43 pm

    Apabila da makmum yang ketinggalan 3 rukun itu yang batal jama’ah nya apa sholatnya

     
    • AL eMI

      6 Juli 2013 at 4:41 am

      jika ia tdk menyempurnakan sholatnya, maka sholatnya tidak sah dan batallah jamaahnya dan sholatnya,,,

       
  11. muhlislakodi

    8 Juni 2013 at 4:41 pm

    Thanks yaaaaaaaa

     
    • AL eMI

      5 Juli 2013 at 10:22 pm

      iya,,, sama2 mohon koreksix kalo saya ada yg salah dalam penulisan, ^_^

       
  12. dherian

    10 Juni 2013 at 9:13 pm

    afwan mau tanya: gimana kalo dalam keadaan saya makmum masbuk, setelah takbirotul ikhram itu kan mengikuti imam tanpa tambahan rekaat., tpi ternyata jamaah yang saya ikuti itu shalatnya shalat jama’, ketika selesai 2 rekaat saya bingung kok udah salam,mau saya tambahin tapi tadi saya lihat dari pintu tadi baru takbiratur ikhram, jadi saya ikut salam… trus saya d beri tahu sma makmum yang lain kalo ini shalat jama’, jadi saya hrus shalat lagi gk? atau saya bangun untuk menambah reka’at?

     
    • AL eMI

      5 Juli 2013 at 10:57 pm

      jika kita menjadi makmum wajib mengikuti apa yg dilakukan imam, jika ia ruku maka rukulah, jika ia sujud maka sujudlah, kemudian setelah ia salam, wajiblah meyempurnahkan rakaat yg tertinggal, jika mendapatkan seperti yg antum katakan, jika imam sudah selesai mengerjakan sholat, antum jgn salam dulu, langsung berdirih saja u menyempurnakan rakaat yg tertinggal dan mengambil kesimpulan kalo imam yg di ikuti sedang menjama sholat at mungkin ia lagi sholat sunnah, tetapi biasax orng yg sholat sunnah, jika ada yg mau jadi makmum ia akan memberi isyarat dgn cara bergeser satu langkah, itu artix dia lagi sholat sunnah, tetapi cara ini msh belum banyak di ketahui sebagian orng,, Allahualam

       
  13. Johan

    30 Juni 2013 at 8:38 am

    Terima kasih atas infonya.mg bs bermanfaat.amin

     
    • AL eMI

      5 Juli 2013 at 10:39 pm

      amin,,, iya makasih juga sdh mampir di blog ana

       
  14. anonymous

    17 Juli 2013 at 5:54 pm

    pertama saya ucapkan terimakasih atas infonya, sangat membantu saya dalam mendalami sholat

    yang kedua saya ingin bertanya, bagaimana jika saya tertinggal dirakaat ke-tiga, bagaimana untuk melanjutkan salat saya?

     
    • AL eMI

      30 September 2013 at 2:13 pm

      sebelumnya maaf untuk semua yg posting pertanyaan pada bulan juli ke atas, saya menjawabnya agak terlambat, dikarenakan baru ada kesempatan membuka blog..
      Bismillah…
      jika mendapatkan imam pada rakaat yg ketiga, dan sudah selesai ruku maka terhitung ketinggalan 3 rakaat pada sholat tersebut. jika mendapatkan imam sebelum ruku pada rakaat tersebut maka hanya dua rakaat yg terlewatkan, dan wajib untuk menyempurnakan sholat dengan menambah rakaat yg tertinggal setelah imam selesai salam..

       
  15. mutiara

    3 Agustus 2013 at 12:11 am

    syukron…

    saya pernah menjadi makmum masbuk ketika sholat maghrib imam sudah melewati rukuk rakaat ke tiga.. dan saya mengikuti lalu menambah 3 rakaat lagi…
    apakah benar spt itu?

     
    • AL eMI

      30 September 2013 at 2:19 pm

      jika mendapatkan imam pada rakaat yg ketiga, dan sudah selesai ruku maka terhitung ketinggalan 3 rakaat pada sholat tersebut. jika mendapatkan imam sebelum ruku pada rakaat tersebut maka hanya dua rakaat yg terlewatkan, dan wajib untuk menyempurnakan sholat dengan menambah rakaat yg tertinggal setelah imam selesai salam..

       
  16. Dimas

    4 September 2013 at 11:49 pm

    gimana hukumnya kalu kita sholat menyusul tapi lupa tidak mengganti rokaat yang sudah terlewatkan? apkah sholatnya sah atau tidak?

     
    • AL eMI

      30 September 2013 at 2:44 pm

      menurut saya sholatnya tdk sah.. karna yg wajib sdh ditinggalkan.. tapi jika langsung mengingatnya segerahlah disempurnakan, kemudian sujud sahwi.
      wallahualam..

       
  17. hasan

    10 September 2013 at 4:58 pm

    alhamdullillah makasih min
    tp bgmn dengan bacaan tasyahud awal nya min kl kt ketinggalan?

     
    • AL eMI

      30 September 2013 at 2:46 pm

      sama2
      baca saja tasyahud akhir…

       
  18. Sumariyono

    11 September 2013 at 1:51 am

    Terimakasih atas infonya yang tentu bermanfaat.

     
  19. dadang

    24 September 2013 at 8:07 pm

    Assalamu’alaikum,

    Jazakillah khair : )

     
  20. dea quareo

    14 November 2013 at 8:31 pm

    syaratnya mana…???

     
    • AL eMI

      12 Februari 2014 at 9:54 am

      syarat jadi makmum,, mengikuti imam.. tdk boleh mendahului apa yg imam kerjakan, dan mengingatkan jk imam ketika lupa dlm pengerjaan sholat.

       
  21. fatra

    1 Januari 2014 at 1:35 pm

    assalamu`alaikum
    kak sy mo tny, bila kita sholat sendiri di rmh, boleh gk kita langsung kerjakan sholat bila sedang azan berlangsung….???

     
    • AL eMI

      12 Februari 2014 at 9:37 am

      diselesaikan dulu adzannya,, karena ada keutamaan menjawab adzan.. bagi yg mendegarkan dn berdoa setelahnya..

       
  22. fatra

    1 Januari 2014 at 1:41 pm

    oy kak sy juga mo tny lg ne,
    di tmpat saya kan banyak bngt tukang parkir sepanjang jalan, so klo tiap kali singgah ya tiap kali juga bayar parkir nya, jadi sy berfikir biar bermanfaat juga bt saya ya pas saya bayar parkir di tepi jln saya niatin nya sedekah ke tukang parkir yg minta uang bayar parkir kesaya,
    jd sy mo tny apa hal itu bisa termasuk sedekah atau enggak kak….???

     
    • AL eMI

      12 Februari 2014 at 9:36 am

      iya,, termasuk sedekah.. membeli barang dagangan juga sdh termasuk sedekah, karna sdh termasuk membantu seseorang dalam memudahkan pekerjaanx
      semua perbuatan baik itu sedekah.. jadi sering2 berbuat baik.. hehhe

       
  23. RODZI

    6 Januari 2014 at 1:56 pm

    BETULKAN TENTANG GELARAN ‘SANG ILAHI’ PADA AWAL BLOG INI…

     
    • AL eMI

      12 Februari 2014 at 9:27 am

      Arti Ilahi berarti Tuhanku. Sama dengan habibi berarti kekasihku. Penambahan huruf I saya terima pengertiannya sebagai “ku”.
      Dari kalimat “Laa ilaaha illallah”, Tiada Tuhan selain Allah ada kata Ilaaha artinya Tuhan. Ilahi berarti Tuhanku.
      Wallahualam..

      Karunia Ilahi adalah karunia pemberian Tuhanku. Ungkapan syukur atas kemurahan-Nya, kasih sayang dan rahmat-Nya. Syukur merupakan salah satu akhlak karimah / akhlak terpuji.

       
  24. Bayu Prasetio

    29 Januari 2014 at 2:07 pm

    Alhamdulilah .. sangat bermanfaat untuk saya yang baru belajar solat

     
    • AL eMI

      12 Februari 2014 at 9:24 am

      Syukron.. sy juga baru belajar, mohon koreksinya jk ada yg keliru dlm tulisan sy..

       
  25. Bayu Prasetio

    29 Januari 2014 at 2:15 pm

    assalamualaikum :)

    maaf sebelumnya karena masih kurang jelas , saya ingin bertanya, posisi duduk seorang masbuk yang contohnya tertinggal 1 rakaat , apakah posisi duduk masbuk itu mengikuti imam pada saat tawarruq ( tasyahhdu akhir , beserta bacaannya ) atau hanya iftirasy ( tasyahhdu awal ) ?

     
    • AL eMI

      12 Februari 2014 at 9:23 am

      hanya iftirasy tasyahhdu awal, karna masih ada tasyahud akhir yg antum lakukan di saat menyempurnakan 1 rakaat yg tertinggal.
      afwan baru balaz..

       
  26. Rojak

    18 April 2014 at 7:59 pm

    assalamu’alaikum
    saya ingin bertanya.
    ketika saya sholat ashar berjamaah (haya saya dan imam) saya berada persis di samping kanan imam dan ketika itu ada seseorang yang menepuk saya dan berdiri dibelakang saya dengan maksud untuk ikut sholat berjamaah, dan ketika itu saya mundur sampai sejajar dengan orang yang menepuk saya.
    apakah tindakan saya benar ?

     
    • AL eMI

      23 April 2014 at 2:31 pm

      Waalaikum salam warahmatullahi wabarakatu
      iya apa yg antum lakukan menurut saya sdh benar, Wallahualam

       
  27. fajar rizki aji

    23 April 2014 at 7:36 pm

    assalammualaikum wr.wb

    kk saya mau bertanya ketika saya ketinggalan 1 rakaat terus saya bangkit setelah imam mengucapkan salam yg pertama apakah itu benar?

     
    • AL eMI

      3 Mei 2014 at 9:48 am

      waalaikum slm,, ada dua pendapat yg pernah sy dengar, ada yg langsung berdiri ketika imam slm pertama ada juga yg setelah imam salam kedua.
      cara keduanya bisa diambil, wallahualam

       
  28. Asep_is

    24 April 2014 at 8:46 am

    Gini kan ada orang sholat sendrian lalu saya tepuk pundak orang itu di rakaat ke 3
    lalu apa yang harus saya lakukan ketika selesai
    boleh kah saya bersalaman dengan imam tersebut lalu saya mlanjutkan yang tetinggal tadi atau saya langsung melanjutkan yang kurang ?

     
    • AL eMI

      3 Mei 2014 at 9:44 am

      langsung melanjutkan, karna solat antum masih blm selesai, jika antum salam berari sdh mengakhiri sholat, dan sholatnya tdk sah.

       
  29. Asep_is

    24 April 2014 at 8:48 am

    assalamu’alaikum
    saya ingin bertanya.
    ketika saya sholat ashar berjamaah (haya saya dan imam) saya berada persis di samping kanan imam dan ketika itu ada seseorang yang menepuk saya dan berdiri dibelakang saya dengan maksud untuk ikut sholat berjamaah, dan ketika itu saya mundur sampai sejajar dengan orang yang menepuk saya.
    apakah tindakan saya benar ?

     
    • AL eMI

      3 Mei 2014 at 9:42 am

      Walaikum salam,, iya sdh benar seperti itu

       
  30. has

    23 Juli 2014 at 9:45 am

    KAlo sholat subuh, makmum masbuk ikut sholat pada rakaat ke dua sblm rukuk, dan iman baca doa qunut setelah rukuk, makmum masbuk dalam melengkapi rakaat yg tertinggal utk doa qunutnya dibaca lagi ato tdk, (dsni ketentuannya ttg jika makmum masbuk ingin mengikutsertakan sunat doa qunut).

     
    • AL eMI

      6 Agustus 2014 at 10:12 am

      Assalamualaikum war. wab. Maaf u pertanyaan ini sy blm bisa menjawab, krn msh banyak perbedaan pendapat soal qunut subuh. Insya Allah, sy akan menanyakan dulu dgn org yg lebih faham tentang ilmu Agama seperti Ustad. terima kasih atas pertannyaannya agar kita bisa belajar bersama. Hadaanallah semoga Allah memberi kita petunjuk.

       
      • HAS

        9 Agustus 2014 at 2:27 am

        Walaikum salam war. wab. terima kasih kembali. Insya allah.

         
  31. Baimz S

    25 Juli 2014 at 9:20 pm

    Assalamualaikum kk, mau tanya ni, jika kita dapati imam sedang ruku pada rakaat terahir (4), shalat isya ,berarti kita ketinggalan tiga rakaat , nah pertannyaan saya bagaimana cara melakukannya, apakah kita takyat awal terus baru terahir kita tutup dengan tahyat akhir, tolong jelaskan ya kk’

     
    • AL eMI

      6 Agustus 2014 at 9:43 am

      Waalaikum salam, iya tasyahhud awal dulu setelah itu tasyahhud akhir di rakaat terakhir.

       
  32. heri

    6 September 2014 at 1:15 am

    Assalakualaikum wr wb.
    Seperti yg saya tau bila sholat lebh dari 2rakaat maka dirakaat ke3 dan 4 hanya baca alfatihah saja tak perlu surat alquran, lalu bagaimana Bacaan tuk makmum masbuk bila hanya dpat 1rakaat saja, anggap saya sdh sempurnakan 1rakaat dgn bacaan alfatihah dan srt alquran, nah tuk rakaat 3 dan 4 berarti cukup baca alfatihah saja ya? Lalu pada saat imam tasyahud akhir, makmum masbuk duduk tasyahud awal bacaannya apakah sama dgn imam yaitu tasyahud akhir, bila ya berarti makmum masbuk tdk pernah baca tasyahud awal ya,
    mohon penjelasannya…makasih ya..

     
    • AL eMI

      18 September 2014 at 10:30 am

      Waalaikum salam warahmatullahi wabarakatu..
      Ucapan dn perbuatan dalam shalat dapat digolongkan menjadi tiga: rukun, wajib, dan sunnah.
      Rukun: Jika ditinggalkan maka batal shalatnya baik secara sengaja maupun tidak
      Wajib: Jika menginggalkannya secara sengaja maka batal shalatnya. Jika tidak sengaja maka tidak batal, namun harus menggantinya dengan sujud sahwi.
      Sunnah: Tidak batal shalat jika ditinggalkan baik secara sengaja maupun tidak dan jika dikerjakan mendapat pahala dn jika ditinggalkan tdk berdosa, Namun mengurangi kesempurnaan shalat.

      Membaca surah (ayat” dari Alquran) selain dari Alfatihah dan tahiyyat adalah sunnah.
      mengenai bacaan tasyahud makmum masbuk yg belum mendapati tasyahud awal membaca tasyahud awal dulu dan nanti saat menyempurnakan jmlh rakaatnya baru membaca tasyahud akhir,pada rakaat terakhir.

       
  33. Cinta Nayla

    27 Oktober 2014 at 7:21 am

    Assalamualaikum..Ukhty Fillah,, mau tanyakan soal sholat….td mlm pas kt sholat jamak ta’khir maghrib dng isya’..ada seorang yg makmum masbugh ngikut sholat isya’ nah kami dua rakaat salam..sdang dia terus melanjutkan rakaatnya sampe salam…gmn admin sdh betulkah,,?

     
    • AL eMI

      28 Oktober 2014 at 9:10 am

      Waalaikum salam, kalo masbuk berarti dia ada rakaat yg tertinggal, jadi hendaknya menyempurnahkan sholatnya dengan melaksanakan rakaat yg dia lewatkan.dgn menunggu imam selesai salam. kemudian dia berdirih lagi menyempurnakan rakaat yg terlewat. dgn tdk mengakhiri sholatnya terlebih dahulu.
      Afwan ana tdk begitu faham dgn pertanyaan anti. semoga jawabannya bisa sesuai.jazakillah

       
  34. yudha

    3 Januari 2015 at 12:15 pm

    assalamualaikum. sy mau nanya nih, sy td sempat telat dikit sholat dzuhurnya, sy mulai salatnya disaat imam beberapa detik lg mau rukuk. masih sempat berdiri bareng ama imam dan jemaah lain dirakaat pertama namun blum sempat baca alfatihnya, imamnya keburu rukuk duluan. trus perna sy dengar disuatu majelis taalim hukum membaca surah al-fatih ialah wajib sbgai syarat sahnya suatu salat and kaga bisa diwakilkan oleh imam. jd dengan pemahaman sy seperti itu, sy tambah lg 1 rakaat setelah imam salam, krn menurut sy, sy sdh melewatkan 1 rakaat dari sholat dzuhur td. intinya patokan sy untuk menambah sholat yakni dari bacaan surah alfatiha td itu. trus ada jemaah disamping sy negur saya klo sy salah dalam menambah rakaat td ITU. katanya sy nda perlu lg menambahnya krn batas untuk menambah rakat yg dilewati itu yakni sama seperti yg di tulis diatas, setelah rukuk. gmn nih sy bingung?

     
    • AL eMI

      7 Mei 2015 at 11:18 am

      waalaikum salam warah matullahi wabarakatu, afwan baru sempat balaz
      iya ukhti yudha, batasan utk rakaat yg tertinggal itu adalah setelah ruku, jika kita sdh tdk mendapatkan ruku, berarti rakaat itu sdh terleawat, wallahualam..

      Bacaan Al-Fatihah wajib untuk makmum menurut pendapat terkuat di antara kalangan ahli ilmu. Kalau anda khawatir tidak sempat membaca Al-Fatihah, maka mulailah membacanya, namun ketika imam ruku sebelum anda menyelesaikannya, maka ruku’lah bersama (imam), dan ketika itu gugur bagi anda sisa (bacaannya) berdasarkan sabda Nabi sallallahu’alaihi wa sallam:
      إِنَّمَا جُعِلَ اْلإِمَامُ لِيُؤْتَمَّ بِهِ ، فَلاَ تَخْتَلِفُوا عَلَيْهِ ، فَإِذَا كَبَّرَ فَكَبِّرُوا ، وَإِذَا رَكَعَ فَارْكَعُوا. (متفق عليه)
      “Sesungguhnya dijadikan Imam agar diikutinya, maka janganlah anda semua menyalahinya. Kalau takbir, maka takbirlah kamu semua dan ketika ruku’, maka ruku’lah kamu semua.” (Muttafaq alaih)
      (Majmu’ Fatawa Ibnu Baz, 11/143-244)

       
  35. iwan

    12 Mei 2015 at 1:51 am

    Assalamualaikum uthi..saya mau tanya niat menjadi masbuk…wasalam.

     

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
Ikuti

Kirimkan setiap pos baru ke Kotak Masuk Anda.

%d blogger menyukai ini: