RSS

Kemelut Perancis

16 Apr

Perancis Larangan Burqa Tapi Mentolerir Telanjang :Larangan Burqa di Perancis

Langkah Perancis baru-baru ini untuk menerapkan larangan burqa – penutup semua hiasan kepala wanita Muslim yang memilih untuk memakai, telah jadi kontras dengan toleransi negara itu dengan telanjang (nudity) publik.

Larangan itu mulai berlaku pada hari Senin dan diikuti oleh penangkapan langsung hampir 60 perempuan yang menantang larangan tersebut dengan berjalan di Katedral Notre Dame di Paris, lapor seorang koresponden Press TV dari ibu kota Prancis. Sebuah video baru-baru ini muncul, sementara itu, menampilkan laki-laki telanjang berlari di seluruh jalanan negara itu ketika mencoba untuk memotong angka yang dikenal tonggak vaulter. Kenza Drider, seorang Muslim muda yang meninggalkan kota selatan Avignon ke Paris untuk berpartisipasi dalam sebuah program televisi pada hari larangan menjadi hukum, berada di antara para tahanan juga.

“Hukum ini melanggar hak Eropa saya, saya tidak bisa membela mereka, maka itu mengatakan kebebasan saya untuk datang dan pergi dan kebebasan beragama saya,” katanya.

” Undang-undang ini menghapuskan hak-hak ini,” kata ibu empat anak ini.

Suaminya, Allal, mengatakan, “Menurut undang-undang ini, istri saya harus tetap tinggal terpencil di rumah, apakah menurut Anda itu normal?”

“Mereka datang ke sini untuk kebebasan mereka untuk kebebasan mereka berpakaian seperti yang mereka inginkan. Saya berterima kasih kepada mereka untuk datang ke sini untuk mempertahankan bentuk kebebasan,” kata seorang pendukung perempuan perempuan muslim.

“Saya pikir hukum itu omong kosong. Politisi tidak ada melakukkan suatu yang lebih baik daripada menyerang kerudung kami, ” kata seorang perempuan Muslim yang telah membawa anaknya keluar sambil mengamati larangan busana Muslim tersebut.

Para pendukung larangan di negara yang konon pendukung demokrasi dan kebebasan dasar mengatakan peraturan tersebut melindungi kebebasan perempuan serta prinsip-prinsip Perancis menanam sekularisme kuat.

“Cukup sebagian besar orang percaya bahwa perempuan lemah. Jadi, mereka berpikir bahwa republik harus melindungi minoritas, rakyat, yang lemah dan kemudian mereka berpikir bahwa perlu untuk membuat undang-undang,” kata Velentine Zuber, professor pelaksanaan agama di Sorbonne – Universitas Paris.

Berdasarkan prosedur yang didikte oleh larangan burqa, polisi akan ‘mengambil’ pelanggar perempuan ke kantor polisi sampai mereka setuju untuk membuka (burqa) untuk identifikasi.

Seorang juru bicara untuk serikat petugas polisi mengingatkan dengan menyatakan bahwa polisi memiliki banyak masalah lain untuk diselesaikan.

Ada kurang dari 2.000 perempuan mengenakan jilbab sepenuh-wajah di Perancis, yang merupakan rumah bagi lima juta Muslim – komunitas Muslim terbesar di Uni Eropa.

 
 
1 Komentar

Ditulis oleh pada 16 April 2011 in Kisah

 

One response to “Kemelut Perancis

  1. Agung Rangga

    16 April 2011 at 4:50 pm

    wah, prancis ya? Ada-ada aja nih…😡

     

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: