Membangun Ahlak diBulan Ramadhan

Published 7 Agustus 2011 by AL eMI

Ada lima hal yang dapat kita lakukan untuk meningkatkan kualitas hidup kita dibulan ramadhan ini:

Pertama, memperbanyak sholat dan membaca Al-Qur’an. Sholat dan membaca Al-Qur’an dapat menuntun kita menjadi pribadi yang lebih baik, karena kita dilatih untuk tepat waktu, konsentrasi, dan memahami apa yang kita baca. Selain sholat dan membaca Al-Qur’an, kita juga dapat melatih amalan sunnah lainnya seperti melaksanakan sholat sunnah dan berwudhu serta membaca Al-Fatihah sebelum membaca Al-Qur’an. Amalan sunnah ketika dikerjakan dibulan ramadhan akan diberi pahala seperti amalan wajib. Dengan membiasakan diri melakukan amalan sunnah di bulan ramadhan, diharapkan dapat diteruskan dibulan-bulan selanjutnya.

Kedua, menuntut ilmu sebanyak-banyaknya. Ilmu di sini dapat berupa ilmu pengetahuan dari sekolah, kampus, tempat les, ilmu agama, bahkan pengalaman. Saat ramadhan ini sebaiknya digunakan untuk melakukan kegiatan positif yang banyak, karena selain dilipatgandakan pahalanya, Allah juga telah menjanjikan akan menganugerahkan kebaikan kepada orang tersebut, sesuai dengan hadist riwayat Ibrahim, dari Alqamah, dari Abdillah bin Mas’ud Ushfuriyah: “Barang siapa menuntut ilmu satu bab saja yang bisa memberikan manfaat di dunia dan akhiratnya, maka Allah akan menganugerahkan kebaikan kepadanya sepanjang hidup di dunia dengan tujuh ribu tahun yang mana ia berpuasa disiang harinya dan beribadah dimalam harinya.” Dengan mengetahui ilmu, sesuatu yang kita lakukan dapan membuahkan pahala, sehingga ilmu juga merupakan jalan menuju surga. Untuk itu sebaiknya kita senantiasa berguru kepada orang yang lebih tahu dan paham akan suatu permasalahan.

Ketiga, bersedekah. Bersedekah dapat dilakukan dengan berbagai cara. Memberi senyuman pun sudah merupakan sedekah. Begitu juga dengan berkata dan berbuat baik. Dengan senyuman, berkata, dan berbuat baik akan memberikan kesan yang baik pula kepada orang lain, sehingga kita dapat memperbanyak teman dan memperkuat ukhuwah islamiyah. Selain itu, bersedekah dapat dilakukan dengan cara menyisihkan sebagian uang kita untuk diberikan kepada fakir miskin. Kita dapat memulai membiasakan hal-hal tersebut saat ini. Yang perlu diingat adalah Allah akan mengganti semua yang telah kita keluarkan untuk hal-hal yang dilakukan di jalan Allah.

Keempat, menahan amarah. Godaan baik ketika berpuasa maupun tidak sangatlah besar. Sebagai makhluk yang sensitif, manusia dapat dengan mudah marah. Hingga dikisahkan dalam hadist riwayat Bukhari dari Abi Hurairah, Jawahir Al-Bukhari: “Orang kuat bukanlah orang yang kuat hantamannya, tapi orang kuat adalah orang yang sanggup menahan amarahnya.” Sedemikian sulitnya menahan amarah, sehingga orang yang dapat menahan amarahnya dikatakan sebagai orang kuat. Menahan amarah dapat menstimulasi kita untuk berpikir positif dan tidak cepat terpancing akan suatu keadaan. Hal ini sangat bermanfaat dalam menghadapi situasi yang kompleks dan menekan, sehingga kita dapat berpikir lebih panjang dan menyelesaikan masalah dengan tuntas.

Kelima, berusaha jujur, senantiasa bersyukur, merasa malu, dan berbudi pekerti luhur. Bangsa kita saat ini krisis dengan kejujuran. Jujur sangatlah mahal, karena kadang seseorang yang jujur justru dimusuhi banyak orang. Namun sebisa mungkin kita berusaha jujur, caranya adalah dengan mengingat Allah ketika akan melakukan suatu kebohongan, karena Allah Maha Mengetahui. Selain itu sebaiknya kita juga senantiasa bersyukur agar Allah menambahkan nikmat kita, sehingga kita dapat menjadi pribadi yang semakin baik. Kita juga harus memiliki merasa malu, dalam artian bukan bersifat minder, namun malu jika kita melakukan hal-hal yang dapat menurunkan harga diri kita. Memang ukuran rasa malu setiap orang berbeda-beda, untuk itu perlu pemahaman masing-masing karakter. Yang terakhir adalah berbudi pekerti luhur. Sama halnya dengan kejujuran, saat ini budi pekerti luhur tengah mengalami krisis. Semakin banyak anak muda yang kurang menghormati orang tua. Padahal orang tua merupakan pembimbing kita. Jika keempat sifat tersebut dapat diamalkan dengan baik, maka akan bertambah sempurnalah iman seseorang.

Kelimaupaya di atas dapat mulai kita amalkan dibulan ramadhan dan sebisa mungkin semangat ini tetap dijaga walaupun ramadhan telah usai. Memang membiasakan diri untuk hal-hal terpuji terkadang lebih sulit daripada membiasakan diri untuk hal-hal tercela. Namun kita sebaiknya senantiasa berusaha karena seutama-utamanya jihad adalah memerangi diri sendiri dan hawa nafsu karena Allah. Selamat menjalankan ibadah puasa dan membangun diri.

Tidak ada kata terlambat jika kita mau berusaha, dan bulan ramadhan ini adalah awal yang baik untuk membangun dan meningkatkan diri kita. Rasulullah SAW bersabda “Ahsinu Akhlakukum”, upayakan akhlak kamu agar menjadi lebih baik. Membangun diri merupakan salah satu upaya membuat akhlak menjadi lebih baik dan sangat berkaitan dengan amalan di dunia dan akhirat. Istilahnya, sekali merengkuh dayung, dua tiga pulau terlampaui. Jika kita berusaha membangun dan meningkatkan diri kita, maka kebaikan akhirat akan menyertai.

sumber :

http://maharnirmala.wordpress.com/2011/02/13/akankah-bertemu-ramadhan-tahun-depan-jangan-tunda-saatnya-bangun-diri/

Syadid, A.A. Abu. 2006. Hikmah Sang Nabi (Pernak-Pernik Hadis yang Terlupakan). Yogyakarta: Nuqthoh.

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d blogger menyukai ini: